Inherence factor atau Faktor bawaan dalam konteks keamanan, adalah kategori kredensial autentikasi pengguna yang terdiri dari elemen-elemen yang tidak terpisahkan dengan individu yang bersangkutan, dalam bentuk data biometrik.

Dalam teknologi informasi, biometrik mengacu pada teknologi yang mengukur dan menganalisis karakteristik tubuh manusia, seperti DNA, sidik jari, retina mata dan iris, pola suara, pola wajah dan pengukuran tangan, untuk tujuan otentikasi.

Salah satu dari tiga kategori utama faktor otentikasi, hal yang umum saat otentikasi adalah :

  1. Inherence sesuatu unik yang dimiliki pengguna, seperti fingerprint, retina scan, dll.
  2. Knowledge atau pengetahuan (sesuatu yang diketahui penguna) seperti password
  3. Possession atau kepemilikan (sesuatu yang dimiliki pengguna) seperti smart card

Contoh Otentikasi Biometrik :

  1. Single factor authentication (SFA), pengguna menggunakan retinal scan untuk masuk ke fasilitas yang aman. Data Biometrik dari pemindaian kemudian akan dibandingkan dengan sampel yang tersimpan untuk dikonfirmasi.
  2. Two-factor authentication (2FA), pengguna memasukkan nama pengguna dan kata sandi untuk membuka kunci komputer multi-user dan kemudian menyediakan pemindaian jari untuk membuka file yang dilindungi.
  3. Three-factor authentication (3FA) melibatkan elemen dari setiap kategori utama faktor otentikasi. Seorang pengguna dapat memasukkan nomor identifikasi pribadi (PIN), untuk membuka kunci smartphone, memasukkan one-time password (OTP) yang dihasilkan oleh aplikasi soft token dan kemudian memberikan pemindaian iris untuk keamanan tambahan.
  4. Otentikasi Multifactor (MFA) secara signifikan meningkatkan keamanan login, dengan setiap faktor tambahan membuatnya lebih kecil kemungkinan untuk individu yang tidak sah dapat menyamar sebagai pengguna yang sah.
Tagged: