Three-factor authentication (3FA) atau Otentikasi tiga faktor adalah penggunaan kredensial yang mengonfirmasi identitas dari tiga kategori faktor otentikasi yang berbeda.

Multifactor authentication  dramatically improves security. It is unlikely that an attacker could fake or steal all three elements involved in 3FA, which makes for a more secure log in.

Tiga Faktor Autentikasi:

Syarat Otentikasi tiga faktor

Otentikasi tiga faktor digunakan terutama dalam perusahaan atau lembaga pemerintah yang memerlukan tingkat keamanan tinggi. Penggunaan setidaknya satu elemen dari setiap kategori diperlukan agar suatu sistem dipertimbangkan sebagai otentikasi tiga faktor. Jika hanya memilih dua kategori dari faktor autentikasi, maka hanya memenuhi syarat sebagai two-factor authentication (2FA) atau otentikasi dua faktor. Faktor tambahan, seperti contoh lokasi, kadang digunakan dalam four-factor authentication (4FA).

Kesadaran Keamanan

Penting untuk diketahui bahwa keandalan otentikasi dipengaruhi tidak hanya jumlah faktor yang terlibat, tetapi juga bagaimana penerapannya. Di setiap kategori, pilihan yang dibuat untuk aturan otentikasi sangat memengaruhi keamanan setiap faktor. Aturan kata sandi yang buruk atau tidak ada, misalnya, dapat mengakibatkan pembuatan kata sandi seperti “password” yang benar-benar mengalahkan esensi penggunaan kata sandi.

Praktik terbaik adalah dengan mewajibkan pengguna untuk membuat kata sandi yang kuat dan diperbarui secara berkala.

Sistem Facial recognition atau pengenalan wajah dapat dikalahkan dengan memegang gambar atau foto seseorang. Sistem yang lebih canggih mungkin memerlukan kedipan mata untuk sistem memulai memcocokkan wajah.

Aturan dan implementasi yang lemah menghasilkan keamanan lemah pula; alternatifnya, aturan yang lebih baik dapat menghasilkan keamanan yang lebih baik secara keseluruhan untuk sistem autentikasi multifaktor atau multifactor authentication.

Tagged: